Baznas RI Gandeng UI Bangun Budaya Berzakat di Kalangan Pekerja Seni

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41:02 WIB
Baznas RI gandeng UI bangun ekosistem zakat di kalangan pekerja seni.

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi untuk membangun budaya berzakat di lingkungan pekerja seni sekaligus mendorong kesejahteraan seniman mustahik lewat program pemberdayaan ekonomi.

"Mengenai model kerja sama, kami bisa mengarahkannya pada aspek pengumpulan zakat. Pada pelaksanaan pertunjukan seni, kami dapat berkolaborasi melalui program donasi atau amal (charity) yang terhubung dengan Baznas," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin, dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Syarifuddin menjelaskan bahwa kemitraan berbasis komunitas pekerja seni ini mampu menjadi percontohan baru yang menyatukan penghimpunan zakat dengan penguatan ekonomi.

"Terkait kerja sama dengan pekerja seni, kami dapat menyiapkan skema khususnya. Direktorat Kebudayaan UI tidak perlu membentuk UPZ khusus, melainkan cukup menyiapkan rekening bersama dan Baznas akan menyediakan kanal pembayaran ZIS," lanjut dia.

Skema ini dinilai mempermudah pihak UI, sekaligus memungkinkan kedua belah pihak memantau lalu lintas dana secara transparan melalui rekening bersama tersebut.

Seluruh hasil penggalangan donasi atau acara amal nantinya akan disalurkan untuk menopang tingkat kesejahteraan para pekerja seni.

Syarifuddin menambahkan, setiap program Baznas wajib sejalan (in line) dengan delapan golongan asnaf atau penerima zakat. Apabila para pelaku seni memenuhi kriteria mustahik, Baznas berkomitmen penuh untuk mendampingi serta memberdayakan mereka.

Berbagai program ekonomi produktif seperti ZMart dan ZChicken siap disesuaikan dengan kebutuhan para penerima manfaat dari kalangan seniman.

"Langkah ini sangat tepat karena Baznas telah memiliki banyak praktik baik terkait pemberdayaan melalui katalog program yang siap disesuaikan dengan kebutuhan," ujar Syarifuddin.

Di samping aspek finansial, pekerja seni dan budaya dinilai memegang peranan krusial dalam merawat identitas serta karakter bangsa Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kebudayaan UI Ngatawi Al-Zastrouw mengungkapkan bahwa ekosistem seniman memiliki dua potensi yang saling melengkapi, yaitu kelompok yang membutuhkan bantuan sebagai mustahik dan kelompok yang mampu menjadi muzaki.

"Di kalangan seniman ini banyak yang berpotensi menjadi muzaki, namun tidak sedikit pula yang menjadi mustahik. Melalui kolaborasi dengan Baznas, kami ingin mewujudkan program dari seniman untuk seniman yang dikelola secara profesional dan sistematis," ucap Ngatawi Al-Zastrouw.

Terkini