Kembangkan Tambang Kucing Liar Freeport Kucurkan Dana Rp71,2 Triliun

Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:29:02 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI).

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang mengembangkan areal tambang bawah tanah baru yang dinamai Kucing Liar dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 mendatang.

Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, pihak perusahaan bakal menambah kucuran investasi hingga US$ 4 miliar atau setara Rp 71,2 triliun hingga 2033.

Berdasarkan laporan Freeport-McMoRan (FCX) pada Semester I-2026, PTFI tercatat telah menyalurkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 24,9 triliun hingga 30 Juni 2026 untuk proyek Kucing Liar ini.

Proses pengembangan kawasan tambang bawah tanah di wilayah Grasberg, Papua Tengah ini sejatinya telah dirintis PTFI sejak 2022.

Awalnya, proyek tersebut diproyeksikan dapat beroperasi di 2028, tetapi bergeser ke 2029 akibat dampak peristiwa longsoran material basah pada kawasan Grasberg Block Cave (GBC) di September 2025.

"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang terletak di kawasan mineral Grasberg," tulis laporan kinerja Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), dikutip Selasa (11/8/2026).

Sesuai isi laporan FCX, proses produksi tambang Kucing Liar bakal mulai dinaikkan secara bertahap sekitar tahun 2030 hingga menyentuh kapasitas desain kisaran 130.000 metrik ton bijih setiap harinya.

Ketika beroperasi secara optimal, deposit Kucing Liar diprediksi sanggup mencatatkan rata-rata produksi 750 juta pon tembaga serta kisaran 735.000 ons emas per tahun sebagai langkah menjaga kelangsungan produksi di kawasan Grasberg.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebutkan bahwa pihak internalnya telah mengalokasikan anggaran besar guna menggarap tambang Kucing Liar tersebut, di mana nilai investasinya sudah menembus US$ 1,4 miliar.

"Itu (investasi) untuk development (pengembangan). Jadi pengembangan tambang bawah tanah," kata Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).

Adapun pengerjaan proyek yang diproyeksikan siap beroperasi pada 2029 tersebut kini sudah berada di fase pengembangan.

"Pengembangan, bukan persiapan. Dikembangkan kan harus dibuka aksesnya dan lain sebagainya, itu bagian dari pengembangan," kata dia.

Terkini