Menteri Kebudayaan Dorong AI Jadi Instrumen Pengembangan Kebudayaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:34:32 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa kemajuan teknologi berupa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam memajukan bidang kebudayaan.

"Kami harus jadikan AI itu perangkat untuk memajukan kebudayaan dan saya kira itu mempercepat proses. Kami harus melihat AI dari sisi positif," kata Menbud Fadli Zon usai memberikan sambutan saat acara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Selasa.

Dirinya mengungkapkan bahwa hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi AI adalah urusan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, dan aspek sejenis. Namun untuk urusan yang berkaitan dengan wawasan pengetahuan, AI bisa memenuhinya.

Tantangannya, menurut dia, memang dalam jangka dekat ini bakal terdapat bermacam aktivitas budaya atau pekerjaan kreatif yang mulai ditangani oleh AI. Kondisi tersebut menjadi lecutan tersendiri bagi para pelaku budaya serta praktisi bidang ekonomi kreatif untuk memacu daya cipta, inovasi, dan mencari hal-hal baru di ranah masing-masing.

Menbud Fadli Zon menekankan bahwa keberadaan AI merupakan fenomena yang tidak mungkin ditolak. Hal itu merupakan sebuah perkembangan mutlak. "Artificial intelligence yang kami ciptakan harus kami tempatkan sebagai alat, sebagai instrumen untuk kepentingan kami sendiri," katanya.

"Jangan sampai AI yang menjadi pemikir utama," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FIB UI Untung Yuwono menjelaskan bahwa agenda Simposium Nasional Guru Besar Humaniora ini mengulas topik-topik hangat yang relevan dengan kondisi zaman terkini.

"Kami membahas bagaimana posisi humaniora itu sendiri menghadapi situasi saat ini," katanya.

Ia mengutarakan bahwa hasil dari simposium tersebut bakal melahirkan serangkaian usulan kebijakan yang siap diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) demi menguatkan peran humaniora, baik dalam ranah akademis maupun implementasinya di lingkungan warga.

Terkini