Kemensos Petakan Bantuan Tambahan untuk Masyarakat Terdampak El Nino

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13:32 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan tandon air bersih kepada warga di wilayah rawan kekeringan di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Kementerian Sosial mengungkapkan bahwa penyaluran insentif ekonomi beserta bantuan susulan bagi warga terdampak musim kemarau akibat El Nino di sejumlah wilayah masih dalam proses pemetaan serta evaluasi di lapangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat dimintai keterangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa jajaran Kemensos sudah diterjunkan ke titik-titik kekeringan untuk berkoordinasi dengan pemda serta kementerian terkait dalam merumuskan langkah penanganan yang tepat.

"Di daerah-daerah tertentu ya sesuai hasil asesmen, sekarang kan lagi diproses ini di beberapa daerah yang memang sudah ada kekeringan. Ada tim yang datang ke sana dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian lain untuk membantu," kata dia.

Saat dikonfirmasi mengenai wujud stimulus penguat ekonomi warga apakah bakal disalurkan dalam bentuk bantuan sosial (bansos) atau mekanisme lain, dirinya menjelaskan hal itu sangat bergantung pada hasil pemetaan kebutuhan di area terdampak.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menjamin pemerintah siap mengucurkan sokongan serta alokasi bantuan ekstra apabila kondisi lapangan menuntut penanganan kilat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan sangat rendah atau masuk Desil 1-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sementara untuk program perlindungan sosial rutin seperti Program Keluarga Harapan (PKH)-Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) maupun paket sembako tiga bulanan yang menjangkau 18,3 juta keluarga dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal penyaluran.

"(Tambahan) ya sesuai dengan program yang ada, nanti kami lihat hasil asesmennya. Tentu akan ada tambahan-tambahan memang jika dibutuhkan," ujarnya.

Bukan cuma merancang rincian stimulus ekonomi, Kemensos turut mengantisipasi potensi meluasnya dampak kemarau dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) dengan membagikan logistik darurat secara langsung lewat jaringan sentra sosial di wilayah.

Langkah tanggap darurat tersebut diprioritaskan pada pemenuhan pasokan pokok masyarakat sekitar, salah satunya menyalurkan unit tangki air bersih ke area-area yang mengalami krisis air.

Salah satu area yang menjadi perhatian utama berada di Pulau Jawa serta sebagian besar kawasan Sumatra dan Nusa Tenggara yang tercatat sebagai wilayah bersuhu paling tinggi dan paling rentan terkena dampak kekeringan.

Saifullah memberi gambaran bahwa daerah seperti Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur menjadi salah satu titik yang secara histori rutin memperoleh bantuan pengiriman air bersih dari Kemensos sewaktu kemarau tiba.

"Kementerian Sosial lewat sentra-sentra kami dan Dirjen Pemberdayaan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di daerah yang terjadi kekeringan, seperti bantuan tangki air dan bantuan lain sesuai kapasitas Kemensos," katanya.

Terkini