Kebiasaan Kerja Memicu Asam Lambung Waspadai Gejala yang Perlu Endoskopi

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:59:32 WIB
Ilustrasi Seseorang terkena Asam Lambung.

JAKARTA - Padatnya ritme pekerjaan sering kali menggeser jadwal makan harian para pekerja kantoran. Tidak sedikit pekerja yang baru sempat menyantap makanan saat tiba di rumah, atau bahkan melewatkan waktu makan sama sekali akibat tingginya beban aktivitas.

Gaya hidup menunda makan, mengonsumsi kopi secara berlebihan, hingga kebiasaan makan malam dalam porsi besar berisiko tinggi memicu gangguan asam lambung, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).

Dokter spesialis penyakit dalam Mayapada Hospital Jakarta Timur dr. Ario Perbowo Putra menegaskan bahwa gangguan asam lambung yang berulang tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Pola makan yang tidak teratur, jeda makan yang terlalu panjang, konsumsi makanan tertentu, hingga stres dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan berbagai gangguan pada saluran cerna," ujarnya.

Ia menguraikan bahwa tingkat stres pekerjaan turut memperburuk kinerja organ pencernaan. Apabila gejala asam lambung kerap kambuh, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui pemicunya secara akurat.

Pada kasus GERD, isi lambung naik menuju kerongkongan lantaran otot katup lower esophageal sphincter (LES) melemah. Hal ini menimbulkan rasa perih terbakar di dada (heartburn), sensasi mengganjal di leher, serta rasa asam atau pahit di mulut.

Kondisi tersebut umumnya memburuk apabila pasien langsung berbaring usai makan dalam porsi banyak. Oleh sebab itu, pemeriksaan lanjutan diperlukan bila keluhan tak kunjung membaik.

"Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan endoskopi untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung secara lebih jelas. Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien," papar dr. Ario.

Guna mencegah kekambuhan, pekerja disarankan membatasi asupan pedas, berlemak, serta kafein, di samping mengelola stres dan menghindari makan terlalu larut malam.

Masyarakat diimbau segera berkonsultasi ke dokter jika keluhan disertai sulit menelan, berat badan turun drastis, muntah darah, atau warna tinja menjadi gelap.

Fasilitas kesehatan seperti Gastrohepatology Center di Mayapada Hospital Jakarta Timur telah menyediakan tim medis multidisiplin serta sarana endoskopi hingga penanganan Internist Emergency 24 jam untuk mendukung evaluasi saluran cerna pasien.

Terkini