PGEO Gandeng BREN Kelola Panas Bumi Hingga Kejar Target 1 Gigawatt

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:41:02 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menegaskan bentuk kemitraan strategis perseroan dengan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melalui skema Joint Operating Contract (JOC) dalam tata kelola wilayah kerja panas bumi.

Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hasudungan Hutabarat menerangkan bahwa BREN merupakan mitra kerja resmi PGEO dalam kerangka JOC tersebut.

Penjelasan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan para pemodal mengenai kedudukan serta skema bisnis kedua entitas di industri geotermal.

"Perlu juga disampaikan bahwa BREN merupakan partner PGEO di dalam bentuk JOC. Di mana perseroan mendapatkan royalti dari pengelolaan working area PGEO oleh BREN," kata Fransetya dalam Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026.

Pada saat bersamaan, PGEO berfokus mengejar target ekspansi kapasitas terpasang hingga menembus 1 gigawatt (GW) dengan mengoptimalkan portofolio proyek prioritas, termasuk skema cogeneration dan pengembangan Hululais Unit 1 serta Unit 2.

Fransetya mengungkapkan perseroan tidak menutup kemungkinan untuk mengambil jalur akuisisi aset berkualitas sebagai akselerator agar target kapasitas 1 GW tersebut dapat dicapai lebih cepat.

PGEO juga memetakan potensi maksimal dari area kerja yang telah beroperasi, di mana tingkat utilisasi dinilai bisa mencapai 100 persen seiring peningkatan permintaan dari pihak PLN.

Langkah percepatan produksi uap dan listrik terus dipicu melalui proyek cogeneration yang relatif hemat modal dan minim risiko, serta ditopang pelaksanaan program production excellence.

Guna memperkuat skala keekonomian industri, PGEO aktif melakukan advokasi kepada pemerintah agar dapat memperbarui Perpres No.112/2026 demi memberi katalis positif bagi profitabilitas pengembang EBT.

Secara operasional, pembangkit panas bumi PGEO memiliki karakteristik keandalan tinggi sebagai energi pemikul beban utama (base load) dengan rata-rata capacity factor mencapai level 90 persen.

Tingkat efisiensi operasional tersebut tercatat jauh lebih stabil bila dibandingkan dengan jenis energi terbarukan lain seperti pembangkit tenaga surya.

Sejauh ini, seluruh hasil produksi PGEO diserap oleh PLN sebagai konsumen tunggal sesuai ketentuan, dengan rata-rata harga jual listrik dan uap sebesar US$0,082 per kilowatt hour (kWh).

Terkini