JAKARTA - PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge sedang bersiap melakukan ekspansi ke lini bisnis konstruksi sentral telekomunikasi dengan estimasi nilai Net Present Value (NPV) mencapai Rp929,8 miliar.
Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 ini ditujukan untuk memperluas sumber pendapatan serta mengokohkan posisi perusahaan di industri jaringan digital.
Rencana ekspansi usaha ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 September 2026.
Langkah penambahan bidang usaha ini dinilai sangat prospektif secara teknis, pasar, operasional, maupun finansial, mengingat kebutuhan infrastruktur telekomunikasi menjadi tulang punggung utama percepatan transformasi digital nasional.
Emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini akan membidik pembangunan infrastruktur di kawasan komersial, pemukiman, industri, pendidikan, hingga area publik untuk segmen pasar business-to-business (B2B).
Dari aspek operasional, kegiatan bisnis anyar tersebut akan dijalankan berbasis proyek modular, yang diawali dengan penyiapan tim inti terdiri dari tiga manajer, sembilan supervisor, serta 18 staf teknis.
Berdasarkan studi kelayakan finansial, proyek ini mencatatkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp929,8 miliar, Profitability Index (PI) di level 8,30640, serta Payback Period yang relatif singkat yaitu 1 tahun 5 bulan.
WIFI optimistis bahwa penambahan KBLI 42206 dapat menciptakan sinergi dengan ekosistem jaringan serat optik yang telah dioperasikan oleh anak usahanya.
Di samping rencana ekspansi tersebut, kinerja keuangan WIFI pada semester I 2026 menunjukkan performa impresif dengan lonjakan pendapatan sebesar 206 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,57 triliun.
Laba bersih perseroan ikut melesat 118 persen YoY menjadi Rp496,8 miliar, sementara raihan EBITDA tumbuh 117 persen YoY mencapai Rp948,9 miliar.
Pertumbuhan operasional juga terlihat dari lonjakan jumlah pelanggan HomeConnect Fiber-to-the-Home (FTTH) yang menembus 1,85 juta atau naik 377 persen YoY, serta layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang telah menggaet 513.040 pelanggan.