3 Jenis Diet Sehat yang Terbukti Bantu Kurangi Risiko Demensia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:02:31 WIB
Ilustrasi lansia [FOTO: NET].

JAKARTA - Faktor keturunan memang memengaruhi risiko demensia di masa tua. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup, terutama pilihan asupan makanan, berperan vital menjaga kesehatan otak.

Temuan studi mengenai pola makan dan risiko demensia Berdasarkan riset yang dilansir Martha Stewart, Sabtu (8/8/2026), diet anti-inflamasi terbukti berkorelasi dengan penurunan risiko demensia secara signifikan. Manfaat ini bahkan dirasakan individu yang sejak awal memiliki risiko tinggi. Peneliti meyakini peradangan kronis menahun dapat memicu penyakit penuaan. Kondisi ini merusak pembuluh darah, mencederai saraf, dan mengaktifkan sel kekebalan otak yang menurunkan fungsi kognitif.

Rincian penelitian di Swedia Studi dalam JAMA Network Open (Juni 2026) berjudul "Diet Quality and Dementia Risk in Older Adults With Alzheimer Pathology" mengamati lebih dari 1.800 partisipan berusia 60 tahun ke atas di Swedia. Peneliti menggunakan kuesioner detail dan mengukur tiga penanda biologis darah terkait Alzheimer serta cedera otak. Selama pemantauan hingga 15 tahun (rata-rata delapan tahun), 240 partisipan terdiagnosis demensia.

Tiga jenis pola makan sehat Terdapat tiga kategori diet yang diamati:

Alternate Mediterranean Diet (AMED): Menekankan sayur, buah, biji-bijian, kacang, dan ikan, dengan membatasi daging merah.

Alternative Healthy Eating Index (AHEI): Berbasis makanan yang menurunkan risiko kardiovaskular.

Reversed Empirical Dietary Inflammatory Index (rEDII): Mengukur potensi inflamasi menu makanan.

Data menunjukkan konsumsi banyak sayur, buah, kacang, dan biji-bijian, serta membatasi minuman manis, makanan ultra-proses, dan daging merah menurunkan potensi inflamasi tubuh.

Manfaat perlindungan bagi kesehatan otak Partisipan dengan potensi inflamasi diet rendah lebih jarang terkena demensia, termasuk pada mereka yang berisiko biologis tinggi. Bagi pemilik kadar p-tau217 tinggi, diet anti-inflamasi menurunkan risiko demensia hingga 29 persen. Penurunan serupa terjadi pada kelompok dengan penanda cedera saraf dan peradangan. Orang dengan skor diet anti-inflamasi tinggi bahkan hidup lebih lama tanpa demensia hingga hampir satu tahun dibanding mereka dengan kualitas diet buruk.

Terkini