Lima Manajer Investasi Siap Rilis ETF Emas di BEI Pada 10 Agustus 2026

Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:11:02 WIB
ILUSTRASI. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi [FOTO: NET].

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik lima hingga tujuh Manajer Investasi (MI) untuk memproduksi Exchange Traded Fund (ETF) emas pada tahap awal pengembangan instrumen tersebut di pasar modal nasional. Kehadiran instrumen berbasis emas ini diharapkan sanggup memperluas variasi opsi investasi yang transparan serta mudah diakses oleh para pemodal.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi membeberkan bahwa saat ini telah ada lima MI yang menuntaskan alur pencatatan dan siap meluncurkan produk ETF emas pada momentum seremoni HUT Pasar Modal (HUTPM) Senin, 10 Agustus 2026.

Di sisi lain, dua MI lainnya masih menempuh proses persiapan. Berdasarkan data BEI, kelima produk ETF emas yang dipastikan mengudara pada 10 Agustus 2026 tersebut meliputi:

XGLD (RD Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia): Diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management dengan Dealer Partisipan PT Indo Premier Sekuritas pada nominal pencatatan awal Rp 256.

XDES (Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah): Diterbitkan oleh PT BRI Manajemen Investasi dengan Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas pada nominal pencatatan awal Rp 1.000.

XMES (Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas): Diterbitkan oleh PT Mandiri Manajemen Investasi dengan Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas pada nominal pencatatan awal Rp 757.

XSGO (Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold): Diterbitkan oleh PT Syailendra Capital dengan Dealer Partisipan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada nominal pencatatan awal Rp 1.000.

XTRA (Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas): Diterbitkan oleh PT Trimegah Asset Management dengan Dealer Partisipan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk pada nominal pencatatan awal Rp 248.

Mengenai target nilai kelolaan atau Asset Under Management (AUM), Iding memaparkan bahwa otoritas bursa tidak semata-mata menilai tolok ukur keberhasilan instrumen ini dari besarnya AUM pada momen peluncuran perdana.

Sebagai instrumen anyar, AUM ETF emas diproyeksikan bakal merangkak naik secara bertahap seiring meningkatnya edukasi pemodal, perluasan jaringan distribusi, serta terciptanya likuiditas transaksi yang makin baik di lantai bursa.

"Oleh karena itu, fokus BEI pada tahap awal adalah memastikan produk ini dapat diperdagangkan secara aktif, memiliki likuiditas yang memadai, serta dapat diakses oleh semakin banyak investor," kata Iding kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).

Selanjutnya, Iding menuturkan bahwa seremoni peluncuran ETF emas merupakan bagian dari komitmen BEI dalam memperluas opsi produk investasi sekaligus memicu peningkatan likuiditas pasar modal.

Strategi ini juga diharapkan sanggup menggaet minat investor yang memiliki kecenderungan terhadap emas fisik untuk mulai menjajal pasar modal.

"Lebih jauh lagi, ETF emas merupakan salah satu langkah awal dalam pengembangan produk berbasis emas di pasar modal Indonesia. Kami berharap inovasi ini dapat semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia, mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional, serta menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan dengan kebutuhan investor di masa mendatang," tutup Iding.

Terkini