JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum sekaligus kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa secara spasial, Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia dengan kontribusi agregat mencapai 56,5%. Dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II/2026, Pulau Jawa menyumbang hingga 3,3% poin.
DKI Jakarta tampil sebagai kontributor paling dominan terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) nasional. "DKI Jakarta tumbuh 5,52%, dia adalah kontributor paling besar terhadap ekonomi Indonesia, 16% dari ekonomi kami itu dikontribusikan oleh DKI Jakarta," ungkap Winny, sapaan Amalia, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Jakarta memberikan kontribusi 0,91% basis poin terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Jawa Timur menempati posisi kedua dengan pangsa 14% dan kontribusi 0,77% basis poin, disusul Jawa Barat dengan kontribusi 13%. "Jadi ini DKI [Jakarta], Jawa Timur, Jawa Barat. Ini memang bedanya tipis-tipis kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia," paparnya.
Lebih lanjut, Winny menekankan bahwa laju ekonomi Jakarta sangat bergantung pada kuatnya permintaan domestik. Fenomena meningkatnya daya beli terlihat jelas dari ramainya pusat perbelanjaan dan sentra gaya hidup di Ibu Kota.
Aktivitas rekreasi dan konsumsi ini mendorong sektor riil, khususnya lapangan usaha akomodasi serta makanan dan minuman yang menyerap banyak tenaga kerja. "Memang terlihat bahwa mayoritas pelaku ekonomi kami, terutama masyarakat kami itu kalau di DKI Jakarta kelihatan, mereka memenuhi restoran, kafe, baik weekend maupun di malam hari," tutupnya.