Prabowo: Bahlil Bukti Kecerdasan Datang dari Tempaan Kesulitan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:14:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto di acara Peluncuran dan Bedah Buku [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangan serta kesan mendalam terhadap Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Di mata Prabowo, Bahlil adalah figur cerdas yang lahir dan terbentuk melalui tempaan hidup di tengah berbagai keterbatasan.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prabowo saat memberikan pidato sambutan dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku bertajuk "10 Karya Nyata Untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" yang dihelat pada Jumat (7/8/2026) di Djakarta Theater.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa kapasitas intelektual dan kecerdasan seseorang tidak selalu ditentukan oleh institusi pendidikan tempatnya menimba ilmu. Hal itu, menurutnya, telah terbukti berkali-kali dalam realitas kehidupan, termasuk melalui rekam jejak perjalanan hidup Bahlil.

 Kepala Negara menjelaskan bahwa terlepas dari latar belakang keluarga yang sederhana serta pengalaman mengenyam pendidikan di institusi yang tidak begitu populer, Bahlil tetap tumbuh menjadi individu yang cerdas.

"Pak Bahlil, saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal, Pak Bahlil. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah enggak ada. Dan itu sudah kami buktikan di mana-mana ya. Tidak menjamin sekolahnya di mana," ujarnya.

Sebagai catatan, Bahlil menempuh pendidikan strata satu (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay yang berlokasi di Jayapura, Papua.

Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa kecerdasan yang melekat pada diri Bahlil juga terbentuk dari didikan serta tempaan orang tua yang memiliki prinsip hidup tegas. Ia menyebut peran besar orang tua, khususnya sang ibu, sangat menentukan pembentukan karakter Bahlil dalam menghadapi beratnya perjuangan hidup di masa lalu.

"Mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan ibu. Dengan susah payah bagaimana memberi makan, mengurus anak," ujarnya.

Di samping itu, Prabowo memandang bahwa ketajaman berpikir Bahlil merupakan buah dari tempaan kondisi dan situasi sulit yang pernah dilaluinya. Melalui pengalaman tersebut, Prabowo lantas melontarkan refleksi penting mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi muda masa kini dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat.

"Jadi, kecerdasan itu menurut saya juga karena ditempa oleh kesulitan. Nah, ini sekarang yang kami harus prihatin. Apakah generasi-generasi penerus kami sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras, atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?" kata Prabowo.

Terkini