Perkuat Akses Pasar, RI dan India Dorong Kerja Sama ID-IN PTA

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:48:31 WIB
PM India Narendra Modi dan Presiden Prabowo [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia dan India tengah mengupayakan pembentukan Indonesia-India Preferential Trade Agreement (ID-IN PTA) sebagai langkah memperluas akses pasar serta meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Wacana ini dibahas oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, bersama Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, di Jaipur, India, pada Jumat (7/8/2026), di sela pertemuan BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM). 

Agenda pertemuan tersebut mencakup penguatan hubungan perdagangan, percepatan kerja sama, serta peningkatan investasi antara kedua negara.

Budi menyebut bahwa India adalah mitra dagang strategis di Asia Selatan yang memiliki potensi pengembangan besar. Menurutnya, penguatan kerja sama ini dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat rantai pasok regional.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dagang Indonesia dan India melalui kerja sama yang lebih erat, baik pada tingkat bilateral maupun dalam kerangka ASEAN-India. Indonesia mendukung terciptanya perdagangan yang makin terbuka, fasilitatif, dan saling menguntungkan sehingga mampu mendorong peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).

Perjanjian ID-IN PTA diharapkan menjadi pelengkap bagi ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) dalam hal perluasan akses pasar, pengurangan hambatan nontarif, serta fasilitasi perdagangan. Budi menargetkan pembahasan teknis dapat dimulai setelah peninjauan AITIGA mencapai kesimpulan substansial pada Oktober 2026.

Terkait reviu AITIGA, Indonesia menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perundingan tahun ini dengan hasil yang ramah bisnis serta efektif. Indonesia juga berkomitmen mengejar target liberalisasi akses pasar sebesar 80%, yang hingga Juli 2026 telah terealisasi sekitar 57%.

“Indonesia mendukung penyelesaian AITIGA Review pada tahun ini. Namun, kami juga memerlukan waktu untuk menyelesaikan konsultasi intensif dengan para pemangku kepentingan dalam negeri agar hasil perundingan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Pihak India menyambut baik usulan ID-IN PTA tersebut. Menteri Piyush menilai PTA sebagai langkah strategis untuk menciptakan perdagangan yang lebih seimbang dan memberi kepastian bagi pelaku usaha di kedua negara. India merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia, di mana Indonesia mencatat surplus neraca dagang dengan India sebesar US$6,68 miliar pada periode Januari–Juni 2026.

Terkini