AGTI Sebut Enam Investasi TPT Ciptakan Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:27:31 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen.

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Rizal Tanzil Rakhman memaparkan bahwa investasi pada enam perusahaan industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) sejak rentang tahun 2025 hingga Agustus 2026 berpeluang menyerap sekitar 9.000 sampai 9.800 tenaga kerja baru.

“Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Untuk wilayah Kabupaten Brebes, pembangunan pabrik tekstil modern bernilai ekspor oleh PT Xinhai Knitting Indonesia diproyeksikan mampu menampung sekitar 6.000 tenaga kerja.

Sementara itu, pengembangan kawasan manufaktur tekstil terpadu di Subang Smartpolitan yang digarap oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, serta PT Serendipity Fashion Indonesia ditargetkan menyerap sekitar 3.000 hingga 3.800 pekerja.

Selanjutnya, keberadaan PT FHG Tekstil Indonesia di Kabupaten Demak tercatat telah menyerap sekitar 600 tenaga kerja lokal sejak awal beroperasi. Di sisi lain, PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang telah merampungkan ekspansi pabriknya, kendati besaran tambahan tenaga kerja yang terserap belum diumumkan secara publik.

Di luar ekspansi proyek baru, dibukanya kembali operasional pabrik PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang turut mengembalikan sekitar 1.500 lapangan kerja yang sempat terhenti.

Rizal menambahkan, keberhasilan menggaet para investor tersebut tak lepas dari sokongan intensif dari kementerian terkait dan pemerintah daerah dalam mengondisikan iklim bisnis yang ramah.

“Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat. Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional,” kata Rizal.

Terkini