Cara Membuat Anak Mau Mendengarkan Orang Tua Tanpa Perlu Memarahi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03:01 WIB
Ilustrasi pertengkaran orang tua dengan anak.

JAKARTA - Mengondisikan anak agar mau mendengarkan serta menuruti arahan orang tua acap kali menjadi tantangan tersendiri dalam pola pengasuhan. Situasi ini menuntut orang tua agar lebih kreatif dalam membangun interaksi yang efektif.

Hal mendasar yang perlu dipahami para orang tua adalah bahwa komunikasi idealnya berlangsung secara dua arah. Bila mendambakan anak patuh, orang tua pun wajib sigap mendengarkan kebutuhan dan keinginan buah hati.

Anak usia dini memang cenderung sangat mudah teralih perhatiannya. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang tepat untuk mendapatkan perhatian penuh mereka tanpa melibatkan amarah.

Langkah pertama adalah menghindari pemberian instruksi yang terlalu beruntun dalam satu waktu. Otak anak memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi, sehingga arahan sebaiknya dipecah menjadi beberapa bagian sederhana.

Langkah kedua, bicaralah secara langsung pada inti poin yang dimaksud. Rentang perhatian anak relatif singkat, sehingga penjelasan yang terlalu panjang justru berpotensi diabaikan oleh anak.

Langkah ketiga, kemas aktivitas mendengarkan menjadi sebuah permainan yang menyenangkan. Ajak anak menyimak suara alam di sekitar, lalu minta mereka menceritakan kembali apa yang baru saja didengar.

Langkah keempat, berikan pujian spesifik saat anak berhasil menuruti perintah. Menurut psikiater Zishan Khan, apresiasi yang detail sanggup memotivasi anak untuk mengulang perilaku positif tersebut di kemudian hari.

"Pujian yang spesifik dan detail memiliki dampak yang lebih kuat dan lebih mungkin mendorong perubahan perilaku positif," kata psikiater Zishan Khan, dilansir Today's Parent.

Langkah kelima, tawarkan opsi terbatas daripada memberikan perintah satu arah. Psikolog klinis Maya Weir menjelaskan bahwa pemberian pilihan dapat membuat anak merasa dihargai dan mengurangi dorongan untuk memberontak.

"Pada tingkat emosional dan psikologis, rasa kendali ini membantu anak-anak berkembang, membuat mereka lebih reseptif dan kooperatif dengan orang dewasa," kata Weir.

Terkini