Harga Emas Diprediksi Naik ke 4.135 Didorong Sinyal Bullish dan Geopolitik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:38:02 WIB
Emas batangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga komoditas emas dunia diestimasikan bakal meneruskan tren penguatan pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2026), dengan mematok target terdekat berada di level 4.135. Apabila momentum aksi beli terus berlangsung secara berkelanjutan, harga emas mempunyai peluang besar untuk menguji level resistance berikutnya di kisaran angka 4.202.

Analis dari Dupoin Futures Geraldo Kofit memaparkan bahwa secara teknikal pergerakan harga emas mulai memperlihatkan sinyal bullish usai sukses keluar dari rentang fase konsolidasi. Pergerakan harga pada kerangka waktu harian membentuk formasi pola Bullish Pennant yang telah terkonfirmasi melalui terjadinya breakout, sehingga kondisi ini membuka lebar pintu peluang bagi kelanjutan tren kenaikan harga.

"Breakout dari pola Bullish Pennant menjadi indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar setelah fase konsolidasi," ujar Geraldo dalam riset hariannya, Rabu (5/8/2026).

Di samping pola formasi teknikal tersebut, indikator Moving Average (MA) 21 saat ini berfungsi secara efektif sebagai dynamic support, yang berarti selama posisi harga masih sanggup bertahan di atas area tersebut, maka tren kenaikan harga dinilai akan tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu, indikator Stochastic terpantau masih bergerak merangksek naik menuju area overbought, yang mencerminkan bahwa momentum bullish masih berada dalam kondisi solid kendati potensi terjadinya koreksi harga dalam jangka pendek tetap harus diantisipasi oleh pelaku pasar.

Berdasarkan kombinasi dari berbagai indikator teknikal tersebut, pihak Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi kuat menguji level 4.135 sebagai target terdekatnya. Seandainya level tersebut sukses ditembus disertai dengan konfirmasi penguatan yang solid, maka laju kenaikan diprediksikan bakal berlanjut menuju titik 4.202.

Bergeser dari sudut pandang fundamental, pergerakan tren harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dua faktor sentimen utama yang saling tarik-menarik dan berlawanan arah. Di satu sisi, eskalasi peningkatan ketegangan geopolitik masih terus menopang tingginya tingkat permintaan terhadap aset safe haven, termasuk di antaranya komoditas emas. Tingkat kekhawatiran di kalangan pasar kembali mengalami lonjakan menyusul munculnya laporan terkait berkurangnya cadangan stok rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat sebagai dampak dari konflik dengan Iran.

Kendati demikian di sisi lain, laju penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat berpotensi memberikan tekanan dan membatasi ruang kenaikan harga emas. Deretan rilis data ekonomi AS yang tercatat lebih baik dari ekspektasi pasar berhasil mendongkrak optimisme terhadap tingkat ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve masih akan mempertahankan arah kebijakan moneter yang cenderung ketat.

Para pelaku pasar keuangan kini juga tengah menantikan rilis rangkaian data ekonomi lanjutan asal Amerika Serikat yang bakal dijadikan sebagai panduan petunjuk arah kebijakan suku bunga acuan The Fed ke depan. Rilis data makroekonomi yang lebih kuat berpotensi mendongkrak penguatan dolar AS sekaligus menekan harga emas, sebaliknya rilis data yang lebih lemah justru bisa mendongkrak ekspektasi pelonggaran tingkat suku bunga yang berimplikasi menjadi katalis positif bagi instrumen logam mulia.

Dengan demikian, sepanjang pergerakan harga masih sanggup bertahan di atas area indikator MA 21 serta momentum breakout tetap terjaga dengan stabil, outlook prospek emas masih cenderung berada di jalur positif dengan target sasaran kenaikan dipatok pada level 4.135 dan 4.202.

Kombinasi pergerakan nilai tukar dolar AS, rilis data ekonomi Amerika Serikat, serta dinamika perkembangan isu geopolitik global diprediksikan akan menjadi faktor penentu utama apakah target level harga tersebut mampu tercapai pada perdagangan hari ini.

Terkini