Dubes RI Kunjungi Sarawak Perkuat Sinergi Lintas Wilayah

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:14:02 WIB
Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia serta Negeri Sarawak, Malaysia, mempertegas komitmen guna merapatkan kerja sama pada pelbagai sektor demi mendatangkan kemaslahatan nyata bagi warga di kedua kawasan.

Ikatan tekad tersebut ditegaskan tatkala lawatan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo kepada Yang di-Pertua Negeri Sarawak Wan Junaidi Tuanku Jaafar di Sarawak, Malaysia, Senin (3/8), merujuk keterangan resmi yang dihimpun ANTARA di Kuala Lumpur, Rabu.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Sarawak atas hubungan persahabatan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik," ujar Duta Besar Iman.

Duta Besar Iman menaruh harapan agar kemitraan strategis di berbagai lini mampu terus didongkrak demi menghadirkan dampak positif secara langsung bagi masyarakat di kedua belah wilayah.

Menemani Duta Besar Iman dalam agenda kunjungan kehormatan itu, Konsul Jenderal RI di Kuching Abdullah Zulkifli turut hadir mendampingi.

Pihak KJRI Kuching mengemukakan bahwa lawatan tersebut memperkokoh ikrar bersama untuk terus merawat hubungan antara Indonesia dan Sarawak yang tidak sekadar terjalin lewat jalur diplomasi antarnegara, melainkan turut disangga oleh kedekatan riwayat sejarah, kebudayaan, serta interaksi sosial antarmasyarakat di daratan Borneo atau Kalimantan.

Di sela-sela pertemuan, Duta Besar RI turut memaparkan pelbagai fokus pembangunan nasional Indonesia di bawah kendali kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, yang mencakup pula dedikasi terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia secara konsisten menggalakkan praktik pertambangan yang akuntabel serta berwawasan ekologis sebagai bagian dari ikhtiar merawat keasrian alam demi kepentingan generasi penerus.

Selaras dengan hal itu, Duta Besar Iman memandang bahwa Indonesia bersama Sarawak mempunyai kans besar guna saling tukar pengalaman serta merajut kolaborasi dalam sektor ekonomi hijau (green economy), industri berwawasan lingkungan, serta inovasi teknologi masa depan.

Di samping itu, ia turut memaparkan sejumlah program prioritas nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pembangunan fasilitas kesehatan, hingga kesinambungan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pertemuan tersebut turut mengulas ragam pokok persoalan strategis yang menjadi perhatian bersama, mencakup perlindungan tenaga kerja migran Indonesia (PMI), perluasan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia via Community Learning Center (CLC), akselerasi perdagangan serta penanaman modal, perbaikan konektivitas, penataan wilayah perbatasan, kemitraan pelestarian alam, sampai penguatan mekanisme kerja sama sosial ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).

Kedua belah pihak sepakat untuk terus merawat saluran komunikasi, menggenjot koordinasi lintas instansi berwenang, serta menindaklanjuti setiap peluang kolaborasi lewat forum teknis maupun program bersama yang mendatangkan kemanfaatan konkret bagi masyarakat kedua wilayah ke depannya.

Hadir pula membersamai jalannya pertemuan tersebut Direktur Kementerian Luar Negeri Malaysia yang sekaligus mengemban tugas sebagai Pengarah Wilayah Sarawak, Hendy Assan.

Terkini