JAKARTA - PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) tetap mempertahankan target marketing sales sepanjang 2026 sembari mencermati dampak dinamika daya beli konsumen terhadap kinerja perseroan hingga akhir tahun.
Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya menyampaikan bahwa pada semester I 2026, perseroan berhasil mengamankan marketing sales Rp793,4 miliar. Nilai tersebut setara 28,3% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,8 triliun.
Khusus pada kuartal II 2026, marketing sales ASRI menembus Rp452,2 miliar, melaju 32,5% dibanding kuartal sebelumnya.
"Produk residensial masih menjadi motor utama penjualan dengan kontribusi sekitar 77% terhadap total marketing sales, sementara segmen komersial menyumbang 23%," ujarnya kepada Bisnis, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan sebaran proyek, kawasan Alam Sutera Township menjadi penyumbang terbesar dengan raihan marketing sales Rp661,7 miliar atau sekitar 83% dari total penjualan pemasaran. Sementara Suvarna Sutera Township menyumbang Rp131,7 miliar.
Edward menegaskan perseroan masih mempertahankan target tahun ini meskipun tak menampik adanya perlambatan permintaan di sejumlah lini pasar.
"Memang ada indikasi pelemahan daya beli di segmen tertentu. Namun sampai saat ini kami masih mempertahankan target marketing sales 2026. Kami akan melihat hasil dalam satu hingga dua bulan ke depan sebelum memutuskan apakah ada perubahan target tersebut," katanya.
ASRI optimistis perolehan penjualan akan terangkat pada paruh kedua tahun ini seiring rencana meluncurkan dua hingga tiga proyek baru yang berfokus pada unit rumah dan ruko.
"Untuk semester II/2026, akan ada dua hingga tiga peluncuran proyek baru. Segmennya tetap di perumahan dan ruko sesuai fokus awal, sekaligus melanjutkan proyek-proyek yang telah diluncurkan pada semester I/2026," lanjutnya.
Perseroan juga terus mengalokasikan capital expenditure (capex) untuk pembebasan lahan (landbanking) senilai Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per tahun guna menggantikan cadangan tanah yang telah dikembangkan.
Dari sisi kinerja operasional, ASRI membukukan kenaikan pendapatan 18,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,3 triliun pada semester I 2026.
Pertumbuhan ini ditopang oleh lonjakan segmen real estate sebesar 30,1% YoY menjadi Rp864,6 miliar, utamanya dari penjualan rumah tapak, ruko, apartemen, serta lini perkantoran yang tumbuh pesat 165,4% YoY.
Meski pendapatan tumbuh positif, laba bersih ASRI terkoreksi menjadi Rp12,7 miliar dari sebelumnya Rp41,6 miliar akibat pergeseran komposisi pendapatan dan penurunan kontribusi penjualan lahan.
"Perlambatan laba mencerminkan pencapaian marketing sales tahun lalu yang turun sekitar 25% dibandingkan pencapaian tahun 2024. Selain itu, kontribusi penjualan lahan yang memiliki margin lebih tinggi juga lebih rendah sehingga menyebabkan margin perseroan mengalami tekanan," jelasnya.