Alam Sutera Catat Pendapatan Naik 18,3 Persen di Semester I 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:22:02 WIB
PT Alam Sutera Realty Tbk.

JAKARTA - PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) membukukan penurunan laba bersih secara signifikan sebesar 69,34% menjadi Rp12,7 miliar pada semester I 2026, turun dari torehan Rp41,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, kinerja operasional perseroan masih menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang semester I 2026, ASRI berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp1,3 triliun, atau naik 18,3% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding capaian periode sebelumnya.

Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya menjelaskan bahwa penurunan perolehan laba ini bersumber dari pergeseran komposisi pendapatan perseroan.

"Perlambatan laba mencerminkan pencapaian marketing sales tahun lalu yang turun sekitar 25% dibandingkan pencapaian tahun 2024. Selain itu, kontribusi penjualan lahan yang memiliki margin lebih tinggi juga lebih rendah sehingga menyebabkan margin perseroan mengalami tekanan," jelasnya kepada Bisnis, Senin (3/8/2026).

Ia melanjutkan, pertumbuhan dari sisi pendapatan utamanya ditopang oleh kinerja segmen real estate yang melonjak 30,1% YoY menjadi Rp864,6 miliar. Penjualan rumah tapak dan ruko menyumbang Rp376,2 miliar atau melaju 29,7% YoY.

Selain itu, pendapatan dari lini apartemen meningkat menjadi Rp240 miliar, serta pendapatan sektor perkantoran melonjak pesat 165,4% YoY menjadi Rp48,7 miliar. Namun, kenaikan tersebut tergerus akibat penurunan penjualan lahan yang hanya meraih Rp199,4 miliar.

Sementara itu, bisnis pendapatan berulang (recurring income) ASRI tetap stabil dengan mengantongi Rp355,3 miliar. Sektor pariwisata turut memberikan kontribusi pendapatan yang relatif konsisten di kisaran Rp100 miliar.

Guna menjaga tren penjualan pada paruh kedua tahun ini, perseroan telah menyiapkan peluncuran dua hingga tiga proyek baru yang berfokus pada segmen perumahan serta ruko.

"Untuk semester II/2026, akan ada dua hingga tiga peluncuran proyek baru. Segmennya tetap di perumahan dan ruko sesuai fokus awal, sekaligus melanjutkan proyek-proyek yang telah diluncurkan pada semester I/2026," ujarnya.

Dari sisi pengeluaran modal, ASRI mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) untuk pembebasan lahan (landbanking) sebesar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per tahun guna menggantikan cadangan lahan yang telah terpakai.

Terkini