NTP Juli 2026 Capai 127,84 Mentan Sebut Petani Makin Sejahtera

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:17:31 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) periode Juli 2026 berada di level 127,84 sebagai bukti nyata bahwa program penggenjot produktivitas, efisiensi operasional tani, dan penataan harga pasar berjalan optimal.

Amran mengutarakan capaian impresif itu disokong beragam intervensi cepat Kementerian Pertanian (Kementan), mulai dari penambahan area tanam, optimalisasi lahan, perbaikan saluran irigasi, distribusi benih berkualitas, pasokan alsintan, hingga penguatan bimbingan bagi petani di berbagai daerah penghasil utama.

“Kami ingin petani semakin sejahtera sehingga pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjamin hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat,” kata Mentan dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan Kementan konsisten memperkuat berbagai program strategis demi memacu volume panen, menekan ongkos produksi tani, serta memperluas penyerapan komoditas di pasar.

Menurutnya, langkah berkesinambungan itu bertujuan menjamin hasil panen masyarakat memiliki nilai jual lebih tinggi agar pendapatan para petani melesat seiring lonjakan hasil panen dan efisiensi kerja.

Langkah tersebut menjadi komitmen nyata pemerintah untuk mengangkat taraf hidup petani, memantapkan ketahanan pangan nasional, serta mendorong sektor pertanian kian produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di seluruh penjuru tanah air.

"Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga momentum peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional," ucap Amran.

Taraf hidup masyarakat tani di Indonesia terus menunjukkan grafik positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP pada Juli 2026 menguat ke posisi 127,84, menanjak 0,15 persen ketimbang capaian Juni 2026.

Lonjakan itu menandakan daya beli warga tani tetap terjaga lantaran penurunan beban pengeluaran petani jauh lebih besar dibandingkan penurunan harga jual produk pertanian.

Di sisi lain, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menerangkan kenaikan NTP Juli 2026 terjadi akibat indeks harga yang dibayar petani merosot lebih dalam ketimbang indeks harga yang diterima.

"Nilai Tukar Pertanian pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani turun 0,10 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen," kata Ateng di Jakarta, Senin.

Ateng mengurai bahwa NTP merupakan tolok ukur utama yang menggambarkan kemampuan ekonomi atau daya beli warga tani. Penguatan NTP memperlihatkan nilai tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa konsumsi maupun modal produksi berada dalam kondisi lebih menguntungkan dibanding bulan sebelumnya.

Pertumbuhan NTP secara nasional pada Juli 2026 ditopang oleh impresifnya performa subsektor pertanian. Kelompok tanaman perkebunan rakyat membukukan penguatan tertinggi yakni 1,67 persen, lalu disusul sektor tanaman pangan sebesar 1,32 persen.

Pada subsektor tanaman pangan, kenaikan NTP dipicu oleh terkatrolnya harga komoditas gabah dan palawija, sedangkan pada subsektor perkebunan rakyat didorong oleh menguatnya harga pasar kakao serta kelapa sawit.

Berdasarkan kalkulasi akumulatif, tingkat kesejahteraan petani sepanjang tahun berjalan bertahan di tren yang baik. Pada kurun Januari–Juli 2026, rerata NTP nasional berada di level 126,13, alias melonjak 2,98 persen disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, sebanyak 26 dari 38 provinsi di Indonesia berhasil membukukan kenaikan NTP pada Juli 2026, di mana Sulawesi Tenggara menjadi wilayah dengan lonjakan tertinggi mencapai 8,89 persen.

Lonjakan angka NTP pada Juli 2026 tersebut menjadi indikator positif bahwa fondasi sektor pertanian Indonesia kian kokoh, produktif, serta memberikan nilai ekonomi yang menguntungkan.

Terkini

Cara Membuat Bakwan Sayur Renyah Tahan Lama

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:21:01 WIB

Mengenal 7 Soto Ikonik dari Berbagai Daerah di Indonesia

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:13:01 WIB

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Hiburan Berduka

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:06:31 WIB

Red Velvet Rilis EP Velvet Summer pada Agustus

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:02:02 WIB