Nilai Tukar Petani Naik Tipis, Hortikultura Turun Tajam

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:26:31 WIB
NTP Juli 2026 Naik Tipis, Hortikultura dan Peternakan Tertekan [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2026 berada di level 127,84 atau meningkat tipis 0,15% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh perbaikan NTP pada subsektor tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan perikanan, meski masih dibayangi penurunan tajam di subsektor hortikultura serta peternakan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan NTP Juli 2026 terjadi karena penurunan indeks harga yang diterima petani (It) lebih kecil dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

"Nilai Tukar Petani pada Juli 2026 sebesar 127,84 atau naik 0,15% dibandingkan Juni 2026," ujar Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (3/8/2026).

BPS mencatat indeks harga yang diterima petani (It) pada Juli 2026 mencapai 163,80 atau turun 0,10% dibandingkan Juni 2026. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan lebih besar, yakni 0,25% menjadi 128,13.

Meski NTP nasional mencatat kenaikan, dua subsektor utama masih menghadapi tekanan cukup besar. Subsektor hortikultura membukukan penurunan NTP terdalam, yakni 8,49%, dari 139,99 pada Juni menjadi 128,11 pada Juli 2026. Penurunan tersebut seiring dengan melemahnya harga sejumlah komoditas hortikultura.

Selain itu, subsektor peternakan juga mencatat penurunan NTP sebesar 0,57%, dari 101,94 menjadi 101,35.

Sebaliknya, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,67% menjadi 166,23. Selanjutnya, subsektor tanaman pangan naik 1,32% menjadi 116,16, sedangkan subsektor perikanan meningkat 1,01% menjadi 107,86.

Pada sektor perikanan, NTP nelayan naik 0,95% menjadi 108,49, sementara NTP pembudidaya ikan meningkat 1,10% menjadi 106,85.

Ateng menjelaskan penurunan indeks harga yang diterima petani selama Juli 2026 terutama dipicu oleh melemahnya harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah.

Di sisi lain, penurunan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi turunnya harga berbagai komoditas yang menjadi komponen konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi, di antaranya bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

Walaupun NTP nasional masih mengalami kenaikan tipis pada Juli 2026, penurunan tajam di subsektor hortikultura serta pelemahan pada subsektor peternakan menunjukkan tekanan harga komoditas pertanian masih dirasakan di tingkat produsen. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kedua subsektor itu merupakan penyumbang penting terhadap pendapatan petani di berbagai daerah.

Terkini