Manfaatkan Digitalisasi, Pengelolaan Energi Gedung Lebih Efisien

Selasa, 28 Juli 2026 | 00:32:31 WIB
Digitalisasi Bangunan Dinilai Ampuh Tekan Konsumsi Energi [FOTO: NET].

JAKARTA - Digitalisasi tata kelola bangunan dipandang sebagai salah satu alternatif solusi guna menekan penggunaan energi sekaligus mendongkrak efisiensi operasional di tengah lonjakan permintaan listrik pada sektor gedung.

Implementasi sistem pengelolaan energi berbasis teknologi digital bahkan memiliki potensi untuk memangkas konsumsi listrik hingga 15 persen apabila diaplikasikan secara berkesinambungan.

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif mengemukakan bahwa sektor bangunan merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap konsumsi energi serta emisi karbon, sehingga akselerasi efisiensi di sektor tersebut mampu menghasilkan pengaruh yang substansial dalam mereduksi emisi serta menekan biaya operasional.

"Efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi memastikan energi digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan dan kenyamanan pengguna," ujar Reza di Jakarta, Selasa.

Ia memaparkan bahwa sekitar 30 persen pasokan energi di dalam gedung masih terbuang percuma akibat manajemen yang belum maksimal. Menurutnya, pemanfaatan sistem Building Management System (BMS) maupun Building Automation System (BAS) memungkinkan pihak pengelola untuk mengawasi pemakaian energi secara langsung secara real time, mengidentifikasi titik pemborosan, serta menyelaraskan penggunaan daya listrik sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Reza menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya terbatas untuk bangunan yang baru dibangun. Gedung-gedung lama yang telah lama beroperasi pun sanggup melaksanakan proses transformasi secara berkala melalui audit energi guna mengidentifikasi sektor prioritas tanpa harus merombak seluruh perangkat infrastruktur secara serentak.

Selain penanaman modal pada aspek teknologi, tingkat kesiapan sumber daya manusia turut memegang peranan krusial karena tata kelola gedung berbasis digital menuntut adanya pergeseran pola kerja ke arah pengambilan keputusan yang bertumpu pada analisis data.

Penerapan sistem modern tersebut telah sukses diterapkan di SMC RS Telogorejo Semarang. Facility Manager SMC RS Telogorejo Rio Oktavianus menyebutkan bahwa fasilitas kesehatan itu berhasil memangkas pemakaian listrik hingga kurang lebih 5 persen sepanjang 2025 apabila disandingkan dengan tahun 2024 pasca penerapan penuh sistem BMS, dengan target efisiensi dicanangkan mencapai 10 hingga 15 persen setiap tahunnya.

Berdasarkan keterangan Rio, sistem berbasis digital tersebut memfasilitasi pemantauan berbagai fasilitas penunjang seperti sistem HVAC, kelistrikan, UPS, hingga kualitas udara secara real time agar potensi kendala operasional bisa teridentifikasi sejak dini. Di samping menghemat pengeluaran energi, sistem itu juga menunjang aspek pemeliharaan prediktif yang bermuara pada penguatan keandalan operasional rumah sakit.

Terkini