Risiko Olahraga dengan Perut Kosong Menurut Pandangan Ahli Gizi

Senin, 27 Juli 2026 | 03:09:02 WIB
Jangan Asal Ikut Tren, Ini Risiko Olahraga dengan Perut Kosong [FOTO: NET].

JAKARTA - Aktivitas olahraga dengan kondisi perut kosong atau yang kerap disebut sebagai fasted workout mendadak menuai banyak pujian di berbagai platform media sosial karena diklaim mampu membakar timbunan lemak dengan lebih efektif serta membantu mempercepat proses penurunan berat badan. 

Kendati demikian, para ahli gizi justru mengungkapkan bahwa kebiasaan berolahraga sebelum makan ini belum tentu membuat seseorang mengalami kehilangan lemak tubuh yang lebih banyak dalam rentang waktu panjang.

Tren melakukan olahraga dengan perut kosong kian menyita perhatian publik lantaran dianggap sebagai cara instan yang praktis guna meraih hasil bentuk tubuh ideal secara cepat.

Merujuk pada laporan yang dipublikasikan oleh laman Today pada tanggal (24/7/2026), para ahli gizi menjelaskan bahwa bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas olahraga dalam kondisi belum makan dalam hal memberikan manfaat penurunan berat badan berskala besar masih tergolong sangat terbatas.

Seorang ahli gizi bernama Joy Bauer menyatakan bahwa olahraga dalam kondisi berpuasa memang terbukti sanggup meningkatkan proses pembakaran lemak tatkala sesi latihan sedang berlangsung.

“Olahraga dalam kondisi berpuasa memang tampaknya meningkatkan pembakaran lemak selama latihan itu sendiri. Ketika Anda belum makan, kadar insulin lebih rendah dan tubuh lebih mungkin menggunakan lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar,” kata Bauer.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak secara otomatis merepresentasikan bahwa total timbunan lemak tubuh akan menyusut lebih banyak untuk jangka panjang.

Membakar lemak bukan berarti turun berat badan

Pakar gizi lainnya, Natalie Rizzo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum tersedia cukup banyak bukti empiris yang memperlihatkan bahwa olahraga dengan perut kosong mampu memicu penurunan berat badan dalam skala lebih masif jika dikomparasikan dengan olahraga setelah mengonsumsi makanan. 

Menurut penuturannya, hasil akhir penurunan berat badan cenderung tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan selama jumlah total kalori yang masuk ke dalam tubuh serta intensitas aktivitas fisiknya berada di kisaran yang serupa.

“Buktinya masih sedikit bahwa berolahraga dengan perut kosong menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan berolahraga setelah makan, selama total asupan kalori dan olahraga serupa,” ujar Rizzo.

Bahkan di sisi lain, menyantap makanan terlebih dahulu sebelum berolahraga justru dapat membantu seseorang dalam mengumpulkan cadangan energi yang jauh lebih optimal untuk bergerak aktif. Kondisi semacam ini juga berpotensi besar dalam menopang proses pembakaran jumlah kalori yang lebih tinggi serta mendukung pembentukan massa otot secara maksimal.

Bauer menambahkan bahwa aktivitas olahraga dengan perut kosong mungkin saja tetap menyimpan manfaat metabolik tertentu bagi tubuh, mencakup proses adaptasi biologis yang berkaitan erat dengan tingkat sensitivitas hormon insulin. 

Kendati demikian, menurut pandangannya, faktor penentu utama di dalam keberhasilan pengelolaan berat badan tetap bertumpu pada aspek kualitas makanan yang dikonsumsi, total porsi makanan harian, serta tingkat konsistensi seseorang dalam merutinkan olahraga.

Tidak semua jenis olahraga cocok dilakukan saat perut kosong

Apabila Anda berniat untuk mencoba melakukan sesi olahraga dalam kondisi perut kosong, Rizzo menganjurkan agar senantiasa mempertimbangkan pemilihan jenis latihan fisiknya, ketepatan waktu berolahraga, serta mengenali kondisi kesiapan fisik tubuh secara menyeluruh.

Untuk kategori jenis aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki santai ataupun melakukan gerakan yoga ringan di waktu pagi hari, berolahraga tanpa mengisi asupan makanan terlebih dahulu kemungkinan besar bukanlah sebuah masalah pelik asalkan tubuh tetap merasakan kenyamanan.

Sebaliknya, tindakan mengonsumsi makanan sebelum berolahraga jauh lebih direkomendasikan manakala Anda hendak menjalani program latihan beban yang berat, latihan interval intensitas tinggi (high-intensity interval training atau HIIT), lari jarak jauh, bersepeda, ataupun ragam jenis olahraga ketahanan fisik lainnya.

Bauer mengibaratkan peranan asupan makanan sebelum berolahraga itu selayaknya pasokan bahan bakar utama untuk melakukan sebuah perjalanan jarak jauh.

“Jika Anda hanya berputar sebentar di sekitar rumah, Anda mungkin tidak membutuhkan tangki bahan bakar penuh. Namun, jika Anda akan melakukan perjalanan jauh, Anda tentu tidak ingin memulainya dengan tangki kosong,” ujarnya.

Waspadai tanda tubuh saat olahraga dengan perut kosong

Para ahli gizi turut memberikan peringatan keras bahwa kebiasaan berolahraga dengan perut kosong dapat mendatangkan potensi risiko kesehatan yang berbahaya bagi kelompok individu tertentu. 

Kalangan yang rutin menggunakan suntikan insulin atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah, para ibu yang tengah hamil, individu yang memiliki riwayat medis sering pingsan atau mengalami drop gula darah, serta mereka yang mempunyai catatan riwayat gangguan makan disarankan agar bersikap ekstra hati-hati.

Situasi serupa juga berlaku bagi orang-orang yang menjalani sesi latihan fisik berat selama berjam-jam lamanya setiap hari demi memenuhi kebutuhan pembakaran kalori yang tinggi.

Apabila tubuh mulai merasakan gejala-gejala tidak biasa seperti pusing kepala, tubuh gemetar, lemas secara berlebihan, rasa mual, keluarnya keringat dingin, pandangan mata mulai mengabur, merasa kebingungan, sulit berkonsentrasi, atau hilangnya koordinasi fisik serta performa gerak yang mendadak anjlok, Bauer menyarankan agar segera menghentikan aktivitas olahraga saat itu juga dan langsung bergegas mengisi kembali cadangan energi tubuh.

“Merasa sedikit tertantang saat berolahraga adalah hal yang normal. Namun, merasa seperti akan pingsan, kehilangan orientasi, atau tidak mampu mengendalikan tubuh bukanlah hal yang normal,” kata Bauer.

Manakala gejala-gejala mengkhawatirkan tersebut muncul menyerang, segera ambil posisi duduk atau berbaring secara tenang, lalu konsumsilah asupan karbohidrat sejumlah 15 hingga 20 gram yang memiliki daya serap cepat oleh tubuh, contohnya seperti sajian jus buah segar, minuman penambah tenaga khusus olahragawan, ataupun buah segar.

Luangkan waktu istirahat sekitar 15 menit lamanya guna memulihkan kondisi fisik secara total, dan pastikan untuk tidak langsung nekat kembali berolahraga sebelum seluruh gejala buruk tersebut benar-benar lenyap seutuhnya.

Terkini