Kurang Waktu Tidur Berisiko Tingkatkan Berat Badan, Kata Studi

Senin, 27 Juli 2026 | 02:13:01 WIB
Studi Ungkap Kebiasaan Kurang Tidur Picu Kenaikan Berat Badan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kebiasaan untuk mengurangi jatah waktu tidur malam menyimpan potensi risiko yang dapat memengaruhi berat badan menjadi naik, demikian menurut temuan dari sebuah studi anyar yang dipublikasikan lewat jurnal Annals of Internal Medicine.

Studi tersebut mendapati fakta bahwa kalangan orang dewasa yang memangkas durasi tidurnya sekitar 90 menit lebih sedikit pada setiap malam selama rentang waktu enam minggu mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar satu pon, sebagaimana dikutip siaran New York Post, pada Minggu (26/7).

Penelitian yang digagas oleh tim ilmuwan asal Columbia University Irving Medical Center tersebut melibatkan pengamatan terhadap 95 orang peserta dewasa yang sebelumnya telah memiliki faktor risiko terhadap penyakit jantung ataupun gangguan metabolik. 

Mereka membandingkan kondisi para peserta dalam dua fase berbeda, yakni enam minggu pertama dengan durasi waktu tidur yang normal dan tercukupi, kemudian dilanjutkan enam minggu berikutnya ketika durasi jam tidur para peserta tersebut sengaja dikurangi sekitar 90 menit setiap malamnya.

Hingga fase periode studi berakhir, pada tahapan fase tidur yang berkurang tersebut, para peserta tercatat rata-rata memiliki bobot berat badan sekitar satu pon lebih berat disertai ukuran lingkar pinggang yang sedikit mengalami pelebaran. 

Di samping itu, mereka juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk berdiam diri, kendati tingkat intensitas aktivitas fisik sedang hingga berat yang mereka lakukan terpantau relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Kendati mendapati adanya peningkatan berat badan, para peneliti tidak menemukan adanya pergeseran perubahan yang berarti pada komposisi massa lemak maupun massa otot tubuh. Riset ini pun belum mencatat secara rinci jumlah total asupan makanan yang dikonsumsi oleh para peserta, sehingga akar penyebab pasti dari naiknya berat badan tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Meskipun tidak ikut serta terlibat secara langsung dalam proyek penelitian tersebut, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OB-GYN) asal wilayah Ohio, Dr. Somi Javaid, menyatakan bahwa waktu istirahat tidur memegang peranan yang sangat krusial di dalam mengatur sistem metabolisme tubuh manusia.

Menurut pandangan Javaid, kondisi kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus dan berkepanjangan dapat menyulitkan organ tubuh dalam mengontrol kestabilan berat badan.

Ia turut memaparkan pula bahwa lembaga American Heart Association kini secara resmi mengakui kualitas tidur sebagai salah satu unsur dari komponen “Life’s Essential 8”, yang merepresentasikan delapan faktor esensial penting guna menjaga kesehatan organ jantung. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan rekomendasi agar setiap orang dewasa dapat mencukupi kebutuhan durasi waktu tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malamnya.

“Kurang tidur kronis bukan sekadar kebiasaan gaya hidup. Kami perlu memperlakukan tidur sebagai tanda vital kesehatan,” kata Javaid.

Terkini