Waspada Bahaya Lemak Visceral untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:56:01 WIB
Waspada Lemak Visceral: Ancaman Tersembunyi bagi Jantung [FOTO: NET].

JAKARTA - Tubuh manusia secara alami mempunyai lemak yang memegang fungsi esensial dalam memelihara pelbagai fungsi tubuh, layaknya menyimpan cadangan tenaga serta melindungi organ-organ vital. 

Oleh karena itu, keberadaan lemak bukanlah hal yang wajib dihindari secara total. Akan tetapi, tidak seluruh lemak di dalam tubuh memberikan kegunaan yang setara. Salah satu bentuk yang patut diwaspadai yakni lemak visceral. Apakah definisi lemak visceral itu? Berikut pemaparan selengkapnya.

Lemak visceral tidak selalu tampak dari berat badan Lemak visceral merupakan lemak yang mengendap di sekitar organ-organ dalam, umumnya pada bagian perut, seperti usus, hati, hingga pankreas. 

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, menuturkan pada banyak kejadian, penumpukan ini mulanya terlihat dari lingkar pinggang yang mengembang.

Tidak sedikit individu yang mempunyai indeks massa tubuh ideal namun tetap menyimpan lemak visceral dalam takaran berlebih. Keadaan tersebut dikenal sebagai obesitas pada berat badan ideal.

"Indeks massa tubuh yang normal bisa saja dimiliki oleh orang yang obesitas sentral. Lemak perutnya atau visceral fat-nya itu tinggi. Ini berbahaya karena visceral fat atau obesitas sentral itu secara langsung merupakan faktor risiko sebenarnya untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah."

Hal tersebut dipaparkan dr. Susetyo di dalam sesi edukasi media yang diadakan PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama PERKI di Revenue Tower, Jakarta Selatan pada Kamis (23/07). Ia menerangkan, pada populasi Asia, lingkar pinggang melampaui 90 cm bagi laki-laki serta melampaui 80 cm bagi perempuan telah dikategorikan sebagai obesitas sentral.

"Tidak gemuk, tidak obesitas, tetapi lingkar perutnya melebihi batas itu sebenarnya obesitas sentral. Memang bukan secara antropometri, keseluruhan obesitas, tetapi dia mengalami kelebihan lemak di dalam organ visceral di dalam perut. Itu juga merupakan faktor risiko kardiovaskular," tutur dr. Susetyo.

Apa kaitan lemak visceral dengan ancaman penyakit kardivaskular? Berdasar keterangan dr. Susetyo, hal yang menjadikan lemak visceral berbahaya ialah karakteristik biologisnya. Lemak ini mempunyai derajat peradangan yang lebih besar ketimbang lemak yang terletak di bawah kulit.

"Memang sudah ada penelitiannya secara langsung akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena dia inflamasinya lebih tinggi. Inflamasi itu apa? Peradangan." ungkap dr. Susetyo.

Peradangan itu mengakibatkan plak lemak di pembuluh darah lebih gampang pecah. Saat plak pecah, isinya berpapasan dengan elemen pembekuan darah sehingga sanggup membentuk sumbatan yang memicu serangan jantung ataupun stroke.

Kendati demikian, dr. Susetyo menggarisbawahi bahwa lemak visceral bukanlah satu-satunya unsur yang patut dicermati. Kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam darah senantiasa menjadi penentu utama terbentuknya plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah.

Bagaimana cara melenyapkan lemak visceral? Berdasar Harvard Health Publishing, metode paling mujarab guna mereduksi visceral fat adalah mengawinkan pola makan sehat dengan aktivitas fisik secara konsisten, khususnya latihan resistensi atau strength training yang menolong membentuk massa otot. 

Latihan ini sanggup mendongkrak kemampuan tubuh membakar lemak, sementara olahraga aerobik layaknya jalan cepat, bersepeda, berenang, ataupun berlari membantu memanfaatkan cadangan visceral fat. Perpaduan tersebut bakal kian maksimal seandainya disertaikonsumsi makanan tinggi serat, sumber protein yang baik, serta pembatasan asupan kalori berlebih.

Terkini