Terinspirasi Zenitendo, Lil Public Tampil Unik di JF3 Fashion

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:49:32 WIB
Lil Public Hadirkan Koleksi Terinspirasi Zenitendo di JF3 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Laman Summarecon Mall Kelapa Gading yang diubah menjadi panggung runway kedatangan makhluk-makhluk rekaan yang bersumber dari negeri khayalan karya Reiko Hiroshima. Monster-monster itu dihidupkan oleh duet pendiri Lil Public, Muhammad Hafiz bersama Al Liefta melalui interpretasi mereka sendiri. 

Novel bertajuk “Toko Jajanan Ajaib Zenitendo” selama ini dialihbahasakan dari bahasa Jepang menuju bahasa Indonesia, agar sanggup dinikmati para pembaca di Tanah Air. Sekarang, lewat panggung JF3 Fashion Festival 2026, Zenitendo diterjemahkan kembali oleh Lil Public ke dalam ranah fesyen.

Lembar buku menjelma menjadi enam karakter di atas runway. Bagi jenama yang berakar dari sebuah perkumpulan literasi, mengadaptasi karya sastra ke dalam format busana bukanlah perkara baru. Label pakaian urban tersebut memang merintis identitasnya dengan merajut dunia literasi serta fesyen.

 Sementara itu, figur-figur di dalamnya muncul sebagai monster bermata empat atau berwujud cairan yang menjadi ciri khas jenama tersebut. Untuk koleksi bertajuk “Tendo Series” yang dipamerkan di panggung JF3 Fashion Festival tahun ini, Hafiz dan Al melabuhkan pilihan pada novel Toko Jajanan Ajaib Zenitendo karya Reiko Hiroshima. Pagelaran tersebut dilangsungkan di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading pada Kamis (23/07).

Menurut Al, proses kreatifnya bahkan telah bermula jauh sebelum mereka menyentuh meja perancangan. "Tim kami baca buku dulu, riset macam-macam. Setelah kami riset, kira-kira novel apa nih yang lagi happening atau yang lagi menarik, yang bisa inline sama karakter-karakter kami. Nah, sekarang kami mengangkatnya Zenitendo," ujar Al kepada Kompas.com usai konferensi pers JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (20/07).

Novel tersebut lantas diterjemahkan menjadi enam perangkat tampilan, yakni Goburin Cardigan, Yukie Jacket, Akira Jacket, Keiji Jacket, Hidea Cardigan, serta Ide Moto Beskap. Masing-masing mengambil inspirasi dari tokoh maupun gejolak emosi seperti rasa gentar, iri hati, keraguan, hingga dorongan untuk diterima yang hadir di dalam alur cerita. Emosi tersebut diejawantahkan dalam beragam rupa. Sebagai contoh, headpiece yang menjuntai sampai menutupi muka seolah-olah tengah menyembunyikan diri dari pandangan dunia.

Hafiz menuturkan, prosedur penyeleksian karakter tidak sesederhana memilih tokoh idola. Seluruh anggota tim mesti terlebih dahulu membedah isi buku, lantas melaksanakan pemungutan suara guna menetapkan figur mana yang paling layak diwujudkan menjadi koleksi.

 "Zenitendo kan karakternya banyak banget. Enggak mungkin semuanya kami bikin. Jadi kami vote, karakter mana yang mau dikeluarlinsupaya orang-orang tahu chapter itu seseru apa," timpal Hafiz.

Menyelami tren global tanpa kehilangan napas Lil Public. Jika diamati secara seksama, Tendo Series tidak sekadar membahas perihal literasi. Koleksi ini turut memamerkan bagaimana Lil Public menyerap pelbagai kecenderungan mode global, lantas meramunya menjadi bahasa visual mereka sendiri.

 Polkadot, misalnya, mencuat pada salah satu artikel busana, tetapi tidak hadir sebagai corak konvensional yang tersusun rapi. Lingkaran-lingkaran itu ditebarkan secara acak lewat ukuran yang sengaja dibuat amat besar ataupun sangat kecil, melahirkan ritme visual yang berasa jauh lebih ekspresif.

Asimilasi warna biru serta cokelat turut menghiasi satu tampilan, kombinasi yang belakangan kerap bermunculan dalam pelbagai koleksi rumah mode internasional. Di sisi lain, butter yellow, salah satu warna yang mendominasi panggung mode musim panas tahun ini, turut memperoleh ruang di dalam koleksi.

 Kendati turut menyelami gelombang arus tren fesyen global, koleksi Tendo Series senantiasa tidak kehilangan napas identitas dari jenama Lil Public. Al dan Hafiz menyisipkan elemen yang membuat koleksinya sanggup lekas dikenali. Seluruh eksplorasi tersebut tetap berpusat pada monster, figur abstrak yang menurut pandangan mereka bukan manusia, namun juga bukan monster dalam artian yang lazim.

Monster tidak lagi hanya hidup dalam bentuk dua dimensi. Satu hal pasti yang tidak boleh terlewatkan adalah ornamen, di mana ornamen kerap berfungsi sebagai pemanis serta pelengkap busana. Akan tetapi di dalam koleksi Tendo Series ini, ornamen berpijar paling terang di bawah pancaran lampu sorot. 

Pasalnya, nyawa monster ditiupkan ke dalam pakaian lewat ornamen-ornamen ini. Bilamana sebelumnya monster Lil Public hanya hadir sebatas ilustrasi, kali ini figur tersebut benar-benar "turun" menuju panggung runway. Merujuk keterangan resmi Lil Public, para model tampil mengenakan furry monster headpiece, custom 3D art headpiece, sepatu berbulu, ekor, hingga pelbagai aksesori tiga dimensi yang menjadikan mereka tampak menyerupai karakter yang keluar langsung dari semesta Zenitendo.

Al menyatakan keputusan tersebut lahir atas ambisi guna membawa figur mereka ke dalam bentuk yang jauh lebih nyata. "Kami pengen si modelnya menjadi monster. Selama ini baru bajunya doang yang monster. Nah sekarang pengen si manusianya itu menjadi monster Lil Public," ungkap Al.

Pada beberapa tampilan, ekor tampak bergoyang mengikuti irama langkah model, sementara di tampilan lain muncul sarung tangan berukuran tidak proporsional ataupun sepatu kaki monster berbulu. Seluruhnya berasa bagaikan terbit dari imajinasi lugu nan liar anak-anak yang belum mengenal garis batas antara realitas dan fantasi.

Di balik dunia monster tersebut, Lil Public ternyata masih menyimpan angan-angan yang belum terwujud. Tatkala diajak berdiskusi mengenai penulis yang paling ingin diajak bekerja sama pada kesempatan berikutnya, Hafiz menjawab tanpa keraguan. "Dee Lestari," seru Hafiz. Identitas pengarang novel “Aroma Karsa” tersebut terucap dari bibir Hafiz dengan segera. 

Menanggapi rekannya, Al turut berkelakar, “Tolong dihubungi.” “Di Toko Jajanan Ajaib Zenitendo, semua keinginanmu bisa terwujud!” demikian petikan kalimat sinopsis buku yang menjadi sumber inspirasi Lil Public dalam koleksi mereka kali ini. Selepas Lil Public sukses merampungkan perjalanannya di arena JF3 Fashion Festival 2026, siapa tahu mungkin Nyonya Beniko bakal mengabulkan impian tersebut.

Terkini