Bapanas Minta Importir Tambah Pasokan Kating Guna Stabilkan Harga

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:23:01 WIB
Harga Bawang Putih Turun, Bapanas Minta Importir Tambah Pasokan Kating [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai memperketat pengawasan atas jalur distribusi komoditas bawang putih menyusul statusnya yang masih tercatat sebagai salah satu penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sepanjang bulan Juli 2026. 

Pemerintah secara tegas meminta kepada para importir serta distributor untuk segera menambah volume pasokan bawang putih jenis kating yang ketersediaannya dinilai masih cukup terbatas di pasaran.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengemukakan bahwa hasil pemantauan langsung di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) memperlihatkan kondisi stok pasokan bawang putih secara umum sebenarnya masih berada dalam batas aman. Kendati demikian, terdapat disparitas kondisi antara jenis bawang putih honan dan jenis kating.

"Harga bawang putih memang trennya agak sedikit naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, di sini memang ada dua kategori. Kalau bicara bawang putih honan relatif stabil. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi," ujar Ketut dalam laman resmi Bapanas, dikutip Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan penjelasannya, harga pasaran bawang putih honan di PIKJ sudah mulai menampakkan tren penurunan dari semula seharga Rp23.000 per kilogram menjadi Rp22.500 per kilogram.

 Sebaliknya, banderol harga untuk bawang putih jenis kating terpantau masih bertahan di level yang tinggi dikarenakan pasokan kiriman dari luar negeri dinilai belum mencukupi, sementara tingkat permintaan dari masyarakat, khususnya wilayah Jakarta, tetap tergolong tinggi.

"Memang pasokan kating kemungkinan dari luar negeri agak sedikit. Di samping itu, di Jakarta jenis kating sangat digemari oleh masyarakat. Melihat kondisi ini, kami akan kembali rapat dengan para importir untuk meminta dan memantau sekaligus meneliti posisi harga sebenarnya kating ini seperti apa," katanya.

Pihak Bapanas menaruh harapan besar bahwa tambahan kuota pasokan nantinya mampu menekan harga kating di tingkat grosir. Ketut menilai bahwa stabilitas ketersediaan stok di PIKJ memegang peranan vital lantaran pasar induk tersebut bertindak sebagai salah satu pusat utama distribusi bawang putih yang dikirimkan ke berbagai daerah, termasuk wilayah kawasan Indonesia Timur.

"Tatkala pasokan kating bisa ditambah, harapan harganya bisa stabil, menurun. Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif stabil, mudah-mudahan ke depan harga bisa kami kendalikan dengan baik. Ini karena PIKJ distribusinya tidak hanya Jakarta tetapi ke berbagai wilayah. Ini tentu menjadi barometer," ujarnya.

Menurut pandangan Ketut, langkah pengendalian harga yang dipusatkan di PIKJ ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai yang positif terhadap wilayah-wilayah lain yang sangat bergantung pada pasokan dari pasar induk tersebut.

"Tatkala kami bisa mengendalikan para distributor kemudian para grosir, harapan kami harga di beberapa wilayah yang menjadi sebaran bawang putih dari PIKJ ini relatif bisa kami stabilkan. Kami coba dulu selesaikan yang di sini, nanti akan berdampak di Indonesia Timur juga," katanya.

Sebagai langkah konkret lanjutan, Bapanas berencana mengumpulkan para pelaku usaha importir serta distributor guna memastikan bahwa kuota impor yang sebelumnya telah diberikan oleh pemerintah dapat segera direalisasikan menjadi ketersediaan pasokan nyata di pasar, khususnya bagi wilayah timur Indonesia yang masih kerap menemui hambatan dalam rantai distribusi.

"Langkah pertama kami akan mengumpulkan para importir. Langkah kedua tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah timur, karena tentu juga perlu kami jaga harga di sana. Relatif distribusinya masih agak berat dan tentu kita harus carikan solusi," kata Ketut.

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan penegasan keras bahwa pihak pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk mencabut izin operasional importir yang terbukti kedapatan mempermainkan harga pangan di pasaran.

"Jadi sekarang, alhamdulillah, neraca pangan kami angka-angkanya surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak. Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. Saat itu juga adalah kesempatan terakhir anda menjadi importir," tegas Amran.

Berdasarkan acuan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, pemerintah telah menetapkan alokasi kuota impor untuk komoditas bawang putih konsumsi sebesar kurang lebih 608.110 ton serta bawang putih olahan sejumlah 67.730 ton. Di sisi lain, angka estimasi produksi bawang putih lokal di dalam negeri pada tahun ini diperkirakan hanya mampu mencapai 39.650 ton dalam wujud bentuk konde.

Terkini