Inovasi Teknologi Kunci Utama Pengembangan Produk Hasil Hutan

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:12:31 WIB
BRIN Sebut Inovasi Teknologi Penting untuk Produk Hasil Hutan [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memandang bahwa inovasi teknologi memegang peranan krusial dalam mendongkrak efisiensi proses produksi, tingkat rendemen, serta pengembangan aneka ragam produk hasil hutan yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Kayu adalah material yang keunggulannya luar biasa dan masih sangat relevan untuk masa depan,” kata Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam dan Ketenaganukliran BRIN Ratih Damayanti dalam keterangan bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang diterima di Denpasar, Bali, Jumat.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) Tjipta Purwita mengutarakan bahwa berbagai kendala dalam hilirisasi sektor industri kayu pada saat ini mencakup jaminan ketersediaan bahan baku, optimalisasi efisiensi produksi, kepastian jangkauan pasar, serta tingkat daya saing.

Lebih lanjut, persoalan perizinan yang belum berjalan efisien, pengaruh dari gejolak geopolitik, hingga dinamika global terkait tuntutan kebutuhan pasar (market requirement) turut memengaruhi peta persaingan pasar sekaligus kompetisi dengan material substitusi produk kayu.

“Pelaku usaha membutuhkan dukungan fiskal untuk impor permesinan, pembiayaan modernisasi infrastruktur pengolahan kayu, perbaikan regulasi perizinan,” ujar Tjipta.

Selain itu, ia mengatakan para pelaku usaha pun memerlukan sokongan yang berbentuk penguatan pasar di dalam negeri lewat mekanisme pengadaan pemerintah yang memanfaatkan platform digital pengadaan barang serta jasa (Inaproc).

Tjipta meneruskan, optimalisasi penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu/Kelestarian (SVLK), pemanfaatan market intelligence, perluasan diversifikasi pasar, fleksibilitas dalam pemanfaatan bahan baku, sinergi kemitraan antara sektor hulu dan hilir, serta ekspansi pembangunan hutan tanaman industri turut menduduki posisi krusial untuk memperoleh perhatian di masa mendatang.

Di sisi lain, Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ade Mukadi turut memberikan penegasan bahwa elemen yang paling mendesak saat ini adalah terwujudnya kolaborasi erat serta keselarasan visi dan misi dalam rangka menggalakkan hilirisasi.

“Ini adalah sebagai modalitas dalam penguatan industri hasil hutan, sehingga sunset industri pengolahan hasil hutan bisa terbantahkan,” ujar Ade.

Tidak berhenti sampai di situ, ia menuturkan bahwa pihak Kemenhut turut mendorong partisipasi aktif dari seluruh unsur pemangku kepentingan guna menjadikan agenda konsultasi publik sebagai landasan bersama dalam membentuk ekosistem industri hasil hutan nasional yang tangguh secara ekonomi sekaligus terdepan dalam standar keberlanjutan.

Terkini