Universitas Republik Indonesia Fokus Penguatan Pendidikan STEM

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:59:31 WIB
Bappisus Sebut URI Fokus Kembangkan Pendidikan Berbasis STEM [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyatakan bahwa Universitas Republik Indonesia (URI) bakal memusatkan perhatian pada penguatan sektor pendidikan yang bertumpu pada Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) demi menopang kemajuan SDM menyongsong Indonesia Emas 2045.

Aris menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi besar terhadap penciptaan generasi yang unggul mengingat Indonesia dikaruniai kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, meski kapasitas sumber daya manusia (SDM) khususnya penguasaan teknologi masih harus terus didorong.

"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan pandangannya, pemantapan pendidikan berbasis STEM ini diestimasi mampu merangsang kemandirian teknologi nasional agar tanah air tidak sekadar menjadi pangsa pasar bagi bangsa lain.

Lebih lanjut, Aris memaparkan bahwa dirinya baru saja melakukan dialog bersama sekitar 20 rektor dari perguruan tinggi negeri, di mana salah satu topik pembicaraannya mengupas soal percepatan kemajuan teknologi di tanah air demi kedaulatan bangsa.

Di samping fokus pada STEM, ia menyebutkan bahwa URI turut membuka beragam program studi pilihan lainnya, mencakup rumpun ilmu kesehatan serta kedokteran.

"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tetapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," ujarnya.

Menurut penjelasan Aris, eskalasi pada pendidikan kedokteran amat mendesak lantaran proporsi ketersediaan dokter di dalam negeri saat ini masih tertinggal dari angka ideal.

Ia merinci bahwa perbandingan jumlah dokter di Indonesia berkisar pada angka 0,47 tiap 1.000 jiwa untuk kawasan perkotaan serta sekitar 0,27 tiap 1.000 jiwa di daerah pedesaan, padahal standar kelayakan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mematok rasio satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk.

"Kami juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO, tetapi kan kami kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kami selesaikan," kata dia.

Menyangkut prosedur seleksi mahasiswa maupun detail teknis operasional pendirian URI, Aris menyampaikan bahwa keterangan terperinci nantinya bakal diuraikan langsung oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.

Terkini