Wamenkes Tinjau Penelusuran TBC di Sumut untuk Targetkan Eliminasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:19:31 WIB
Kemenkes Pacu Penelusuran TBC di Daerah demi Percepat Eliminasi [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa pelacakan kasus tuberkulosis (TBC) di Sumatera Utara merupakan bagian dari langkah taktis untuk mengakselerasi pembasmian penyakit tersebut secara nasional, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

"Hari ini kami datang ke beberapa daerah di Sumut untuk mempercepat pemberantasan TBC," ujar Wamenkes Benjamin saat meninjau layanan TBC di RS Adam Malik, Medan, Sumut, Selasa.

Wamenkes Benjamin menuturkan bahwa agenda peninjauan itu dilangsungkan pada beberapa kawasan, meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, serta daerah Toba beserta sekitarnya.

Berdasarkan pandangannya, upaya pemberantasan TBC menuntut adanya sinergi antar-sektor, baik dari jajaran pemerintah tingkat provinsi maupun pemerintah tingkat kabupaten serta kota.

"Kami datang untuk menjelaskan kepada wali kota dan gubernur, karena kuncinya adalah kesehatan mampu melakukan pemeriksaan, bagaimana masyarakat bisa datang ke lokasi. Untuk itu diperlukan lintas sektor," kata Wamenkes Benjamin.

Ia menyebutkan bahwa rangkaian aksi di Sumatera Utara ini dijalankan guna melacak kasus TBC, seperti halnya penelusuran di Kota Medan yang menyasar sebanyak 661 titik lokasi.

"Kegiatan itu dilakukan dengan pemeriksaan sinar-X, pemeriksaan dahak, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan darah untuk kasus TB dan kontak erat di rumah," ujar Wamenkes Benjamin.

Wamenkes menambahkan bahwa secara keseluruhan, kegiatan pelacakan ini mencakup kurang lebih 3.000 titik di Sumatera Utara, sementara skala nasional ditargetkan menyentuh 53.335 titik terhitung dari Juli sampai dengan akhir November 2026 dengan target jangkauan sebesar 90 persen.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa percepatan eliminasi TBC memegang peranan krusial mengingat posisi Indonesia yang berada pada urutan kedua global dengan jumlah kasus terbanyak, yakni menyumbang 10 persen dari total kasus TBC dunia.

"Kalau dibandingkan dengan 100 ribu penduduk, Indonesia menjadi nomor satu di dunia karena terdapat 384 kasus per 100 ribu penduduk," kata Wamenkes Benjamin.

Oleh karena itu, sambungnya, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serta kepedulian mendalam dengan memberikan instruksi khusus kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar menggenjot pembasmian TBC di berbagai pelosok daerah di Tanah Air.

Terkini