Sektor Perikanan Jadi Andalan Sorong, Askrindo Beri Perlindungan Nelayan

Senin, 20 Juli 2026 | 22:32:01 WIB
Askrindo Perluas Perlindungan Asuransi Bagi Nelayan di Sorong [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo memperluas jangkauan asuransi bagi nelayan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, lewat penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dengan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sorong. Langkah ini diambil seiring peran vital sektor perikanan sebagai pendorong ekonomi pesisir.

Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan merespons potensi sektor perikanan yang memerlukan mitigasi risiko lebih kuat.

“Melihat potensi sektor perikanan di Sorong yang terus berkembang, kami memandang perlu adanya penguatan mitigasi risiko yang lebih komprehensif bagi masyarakat nelayan. Melalui kolaborasi ini, Askrindo hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut dengan memperluas akses asuransi yang relevan dan mudah dijangkau, sehingga nelayan dapat bekerja dengan lebih tenang, produktif, serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik,” ujar Budhi dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Budhi menambahkan, inisiatif ini selaras dengan tren pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya yang terus menguat. Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari program sosialisasi sebelumnya yang menawarkan berbagai solusi, seperti Personal Accident (PA), ASMIK Bahari untuk kapal, ASMIK Usahaku untuk pelaku usaha mikro, serta ASMIK Rumahku. Pendekatan ini tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan risiko.

“Kami berupaya menghadirkan perlindungan yang menyeluruh bagi nelayan, tidak hanya untuk diri mereka, tetapi juga kapal, usaha, hingga tempat tinggal. Di saat yang sama, kami juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pentingnya proteksi dalam menjalankan usahanya,” tambah Budhi.

Ke depannya, implementasi kerja sama akan difokuskan pada literasi keuangan, pendampingan kelompok nelayan, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami ingin memastikan upaya ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat nelayan, sehingga mereka tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memiliki fondasi perlindungan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kami optimistis sektor perikanan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutup Budhi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Papua Barat Daya tumbuh 4,03 persen pada 2025 dengan PDRB Rp 39,2 triliun, yang ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di Sorong, sektor perikanan menjadi penggerak utama ekonomi dengan aktivitas 749 kapal, volume pendaratan ikan 3,57 juta kilogram, dan nilai produksi melampaui Rp 86,2 miliar pada 2025. Hal ini menegaskan bahwa keberlanjutan usaha nelayan sangat bergantung pada kemampuan mengelola risiko.

Terkini