Perkuat Analisis Pasar Kerja, Kemnaker Manfaatkan Teknologi AI

Senin, 20 Juli 2026 | 18:57:01 WIB
Kemnaker Optimalkan AI untuk Analisis Pasar Kerja dan Pelatihan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan penguatan terhadap analisis pasar kerja serta perencanaan pelatihan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

 Langkah ini diambil demi mendukung kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa teknologi digital, terutama AI, telah menjadi pendorong utama yang mentransformasi lanskap dunia kerja, metode pembelajaran, hingga cara pemerintah menyusun kebijakan publik.

“Mandat besar Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja kami tidak tertinggal. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pelatihan, tetapi memastikan pelatihan tersebut relevan dengan perkembangan industri. Di sinilah peran AI menjadi krusial,” ujar Cris.

Lebih lanjut, ia merinci empat peran vital AI dalam ekosistem ketenagakerjaan, yaitu memetakan kebutuhan tenaga kerja lintas sektor industri secara cepat, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang perlu segera diatasi, menyusun perencanaan pelatihan yang adaptif sesuai kebutuhan industri, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan bukti nyata, bukan sekadar asumsi.

Meskipun demikian, Cris menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara kunci keberhasilan transformasi tetap terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Aparatur pemerintah dan tenaga kerja didorong untuk memiliki pola pikir adaptif serta semangat belajar berkelanjutan.

“Mari jadikan AI sebagai mitra strategis untuk meningkatkan layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, dan mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global,” ujarnya.

Cris menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat melakukan lompatan besar menuju masa depan ketenagakerjaan yang lebih unggul.

“Modal besar berupa jumlah tenaga kerja yang melimpah, semangat gotong royong, dan budaya belajar digital harus dipadukan secara apik dengan kekuatan teknologi AI,” kata dia.

 

Terkini