Wamenaker Tekankan Pentingnya Penguatan K3 di Sektor Bongkar Muat

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:04:32 WIB
Wamenaker: K3 di Sektor Bongkar Muat Pelabuhan Harus Jadi Prioritas [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan urgensi penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor bongkar muat pelabuhan.

Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengingatkan bahwa unsur perlindungan pekerja tidak boleh diabaikan.

“Perlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar,” ujar Afriansyah.

Selain penguatan K3, Wamenaker menyoroti signifikansi transformasi digital dalam pengelolaan layanan pelabuhan guna mewujudkan tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan berkeadilan. 

Ia menyebut peluncuran sistem digital oleh Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan sebagai salah satu langkah strategis.

“Sistem digital di Inkop TKBM membuat semua proses kerja, seperti data pekerja dan keuangan, menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh anggota serta pengurus,” ujarnya.

Ia menilai transformasi ini memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 86 ribu pekerja pelabuhan di 120 koperasi primer seluruh Indonesia. Dengan aplikasi Inkop TKBM, pencatatan data pribadi dan keahlian tenaga kerja menjadi lebih terintegrasi.

“Digitalisasi ini memastikan penyaluran tenaga kerja berjalan secara adil dan merata, sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online,” kata Afriansyah.

Menurut Wamenaker, inovasi tersebut menjadi keharusan di tengah modernisasi pelabuhan yang masif, di mana aktivitas manual mulai beralih ke mesin otomatis seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC). Hal ini membuktikan bahwa koperasi mampu bergerak lincah, profesional, dan inovatif.

Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan, HM Nasir, menyatakan bahwa program digitalisasi ini merupakan komitmen berkelanjutan yang akan diimplementasikan pada seluruh jaringan koperasi TKBM se-Indonesia dalam satu tahun ke depan. Transformasi ini juga mendukung pengembangan unit bisnis lain, seperti simpan pinjam, leasing sepeda motor, minimarket, klinik, perumahan, perkebunan kelapa sawit, hingga peternakan.

“Kami terus mendorong transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, pengawasan, serta pengembangan usaha yang produktif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,” kata HM Nasir.

Terkini