Prabowo Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Universitas Medis

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16:32 WIB
Imperial College London.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menjalin kerja sama strategis dengan Imperial College London untuk mendukung rencana pembangunan 10 universitas medis dan sains baru di Indonesia. 

Kampus yang menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings tersebut akan berperan sebagai mentor dalam pengembangan standar pendidikan tinggi di Tanah Air.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa keterlibatan Imperial College mencakup penyusunan kurikulum, penguatan kualitas dosen, penelitian bersama (joint research), hingga supervisi standar pengajaran.

"Mereka akan menjadi seperti mentor untuk kampus-kampus kita, terutama kampus-kampus baru. Kualitas dosen, penelitian, standar pengajaran, kurikulum, hingga desain rumah sakit nantinya akan disupervisi oleh profesor dari Imperial College," ujar Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Brian menegaskan bahwa skema kerja sama ini berbentuk kemitraan strategis (strategic partnership program), bukan pembukaan kampus cabang. 

Pemilihan Imperial College dinilai sangat strategis karena reputasi globalnya, terutama di bidang pendidikan medis yang menduduki peringkat keempat dunia.

Pemerintah berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas universitas medis baru, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi lain di berbagai daerah di Indonesia. 

Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi nasional agar sejajar dengan standar internasional.

Terkini