Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026, Merek Tiongkok Lain Stabil

Rabu, 17 Juni 2026 | 06:30:32 WIB
Mobil listrik asal Tiongkok, BYD.

JAKARTA — Kinerja penjualan ritel maupun wholesales pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, tercatat mengalami koreksi signifikan pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. 

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan volume distribusi wholesales BYD anjlok ke angka 895 unit pada Mei, dari posisi 4.625 unit pada April 2026. 

Penjualan ritel perusahaan juga menyusut menjadi 2.892 unit dari sebelumnya mencapai 6.274 unit pada April.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa sejumlah merek Tiongkok lainnya yang cenderung stabil. 

Merek Jaecoo berhasil mempertahankan posisi dengan penjualan wholesales di angka 3.000 unit dan ritel 3.000 unit pada Mei. 

Sementara itu, Wuling menunjukkan ketahanan dengan penjualan ritel yang justru tumbuh tipis menjadi 1.640 unit, serta Chery yang mencatatkan pengiriman diler sebesar 954 unit dan ritel 968 unit.

Secara agregat, pasar otomotif nasional pada Mei 2026 mengalami penyesuaian volume, di mana wholesales nasional terkoreksi menjadi 69.219 unit dari 80.779 unit pada April. 

Meski BYD mengalami penurunan tajam, perusahaan tetap mengamankan pangsa pasar ritel sebesar 5,4 persen dengan total akumulasi 19.431 unit sejak awal tahun hingga Mei 2026.

Terkini