Patuh Perintah Tiongkok, Meta Putus Akses Internal ke Startup Manus

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:39:32 WIB
Perusahaan teknologi. Meta

JAKARTA - Perusahaan teknologi Meta dilaporkan telah memutus akses sistem internal bagi startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, Manus, pasca-akuisisi senilai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp31 triliun). 

Langkah ini diambil sebagai tindakan konkret Meta untuk mematuhi perintah divestasi yang dikeluarkan pemerintah Beijing dua bulan lalu dengan alasan keamanan nasional.

Dikutip dari TechCrunch, Sabtu (13/6/2026), Meta melarang karyawannya menggunakan perangkat atau teknologi milik Manus dalam proyek-proyek internal perusahaan. 

Meski hubungan resmi sedang diputus, Manus yang dikenal sebagai pengembang AI berbasis agen ini tetap meluncurkan berbagai fitur baru, termasuk integrasi dengan platform seperti Similarweb dan Shopify.

Diketahui, pemerintah Tiongkok menaruh perhatian khusus pada transaksi ini karena kekhawatiran terkait potensi pelanggaran kontrol ekspor teknologi dan aturan investasi asing. 

Teknologi AI yang dikembangkan Manus dianggap sebagai aset sensitif dan strategis bagi Tiongkok.

Di sisi lain, para pendiri Manus dikabarkan sempat mendiskusikan upaya penggalangan dana sebesar 1 miliar dolar AS pada Mei lalu untuk mencoba membeli kembali perusahaan tersebut dari Meta. 

Sementara itu, sejumlah investor, termasuk perusahaan modal ventura asal California, Benchmark, telah menerima keuntungan dari akuisisi tersebut. 

Adapun investor asal Asia seperti Tencent, HSG, dan ZhenFund menyatakan akan bekerja sama dalam proses pembubaran atau divestasi ini.

Terkini