Mendag Budi Santoso: TEI 2026 Strategi Manufaktur Genjot Ekspor

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:01:31 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso.

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026, menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha manufaktur untuk meningkatkan kinerja ekspor. 

Sektor manufaktur dinilai sebagai penggerak ekonomi nasional yang krusial sekaligus kontributor utama ekspor Indonesia.

"Untuk itu, kami menyelenggarakan Trade Expo untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar. Kami sangat berharap pelaku usaha dapat berpartisipasi pada TEI 2026 agar semakin banyak buyer yang datang dan semakin besar transaksi yang tercipta,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026). Kemendag terus memperkuat layanan promosi melalui program business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Peserta TEI tidak hanya mendapatkan fasilitas pameran, tetapi juga pendampingan promosi melalui perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri. 

Budi menjelaskan bahwa setelah mendaftar, peserta akan mengikuti sesi presentasi (pitching) produk agar perwadag dapat membantu mencarikan pembeli potensial bahkan sebelum pameran dimulai. 

"Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching. Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan TEI," tambahnya.

Optimisme Kemendag didasari oleh tren positif transaksi, di mana pada tahun lalu transaksi hari pertama TEI mencapai US$ 9,98 miliar. Selain itu, nilai transaksi UMKM periode Januari–April 2026 telah mencapai US$ 193 juta, melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang sebesar US$ 134,8 juta. 

Budi optimistis TEI tahun ini akan mencetak transaksi yang lebih besar dan membuka akses pasar global yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia.

Terkini